KARAWANG.DIANPOS.ONLINE.| – Kabar mengejutkan kembali datang dari wilayah Kecamatan Rawamerta, tepatnya di Desa Gembong. Sejumlah warga melaporkan dugaan penyalahgunaan program ketahanan pangan tahun 2025, di mana bantuan hewan ternak berupa sapi yang seharusnya disalurkan kepada kelompok tani atau warga kurang mampu, diduga dijual secara sepihak oleh oknum Kepala Desa Gembong.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bantuan sapi tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendukung kemandirian pangan dan ekonomi warga desa. Namun alih-alih dibagikan, warga mendapati hewan-hewan tersebut sudah tidak ada di lokasi penampungan dan diduga telah dilelang atau dijual kepada pihak luar tanpa sepengetahuan serta persetujuan warga maupun kelompok penerima manfaat.
"Kami tidak mendapat sosialisasi apapun, tiba-tiba sapinya sudah tidak ada. Katanya dijual oleh pak Kades, padahal itu hak kami bersama untuk dikembangkan," ungkap salah satu perwakilan warga Desa Gembong, Selasa (21/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa Gembong terkait tuduhan tersebut. Pihak Kecamatan Rawamerta mengaku baru menerima laporan keluhan warga dan berjanji akan segera membentuk tim untuk memverifikasi fakta di lapangan, termasuk memeriksa dokumen penyaluran bantuan serta memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan.
"Kami akan periksa satu per satu kelengkapan administrasi dan keberadaan bantuan tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran, maka akan kami serahkan kepada aparat berwenang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas perwakilan Kecamatan Rawamerta.
Warga berharap Inspektorat Kabupaten Karawang dan Satpol PP atau kepolisian segera turun tangan mengusut kasus ini secara transparan. Masyarakat juga menuntut agar jika terbukti ada pelanggaran, bantuan yang hilang segera diganti dan pelaku dijatuhi sanksi setimpal agar tidak terulang kembali.
Kami media dianpos meminta kepada inspektorat Karawang dan PH segera memanggil kepala desa gembongsri kecamatan rawamerta kabupaten Karawang. Pungkas
Red
