Kekeringan Air Membuat Warga dan Petani Resah Meratap

DIAN POS - Kabar Aktual

Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

Kekeringan Air Membuat Warga dan Petani Resah Meratap

Senin, 24 Agustus 2026, Agustus 24, 2026


Karawang. Dian Pos. Online.| Senin, (24/8/2026) Musim kemarau kali ini terasa panjang sehingga berakibat irigasi (sekunder) aliran anak sungai Cibeet mengalami kekeringan, terlebih aliran sungai (tersier) yang melintasi jalur pesawahan dan ladang warga Wanajaya dan Wanakerta juga mengalami kekeringan. Alhasil musim bercocok tanam padi dan palawija di wilayah Kaligandu, desa Wanajaya dan Jatimulya, desa Wanakerta Telukjambe Barat, Karawang, sebagian sawah dan ladangnya (tanah sawah 27,6 ha — sawah irigasi capai 20 ha dan tadah hujan sekitar 7,6 ha), padi nampak kurus, begitu juga palawija akibat kekeringan dan beberapa petani berpotensi gagal panen, per Agustus 2026. Warga Jatimulya, khususnya di wilayah RT 08/RW 03 bisa dibilang bergantung pada aliran air sungai tersier (susukan) untuk hajat hidup sehari-hari, hanya segelintir warga yang miliki sumur bor atawa sumur timba, itupun tak memadai terlebih di musim kemarau ini, bahkan air berbau karat. Sedang PAM (swadaya) yang dikelola warga sumber airnya terbatas. Tak hanya petani yang mengeluh lantaran kekurangan air, demikian pula warga kampung.


Saat dikonfirmasi di kantor PJT Bendung Cibeet (Divisi 1 - Bekasi) yang bertempat di kantor Bendung Cibeet, wilayah Kaligandu, Desa Wanajaya, Telukjambe Barat, Karawang, mengatakan bahwa, "Air yang tertampung di Bendung Cibeet berada di level 25, artinya debit air tak memenuhi standar untuk mengalir melintasi pintu air," ungkap Anggi Saputra, Operator PJT Bendung Cibeet, Senin, (24/8).



Di sisi lain, aktivitas pabrik es krim Glico Wings yang bertempat di zona industri Kaligandu Wanajaya Telukjambe Barat Karawang, sedari (19/8/2026) sampai berita ini terbit tengah melakukan penyedotan air di area bendung Cibeet, untuk kebutuhan produksi melalui Intake Glico Wings, dengan empat mesin, masing-masing mesin berkapasitas 45 kubik/jam untuk mengalir ke area intake. Pada dasarnya aktivitas tersebut menyalahi prioritas penggunaan air yang diatur oleh UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 



Sesungguhnya, pemerintah Desa sendiri sudah merespon kondisi kekurangan air warga tersebut atas dasar pengaduan warga, melalui kerjasama dengan beberapa instrumen. "Program air bersih untuk warga oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang bekerjasama dengan pemerintah Desa Wanakerta dengan PT Artha, sudah dimulai di lingkungan RT 01 dan RT 02/RW 01 sedari (21/7/2026) per hari 1 sampai 2 tangki air, sesuai kebutuhan warga, tapi belum menyeluruh karena belum ada pengajuan dari warga ke-RT-an lain," ungkap Sri Tiana, Kaur Kesra Desa Wanakerta, (24/8).


Namun, bagaimana dengan aktivitas bertani warga jelang musim panen kali ini?


(Jun Biull)


TerPopuler