KARAWANG.DIANPOS.ONLINE.|— Sejarah baru terukir di Desa Margamulya. Setelah berdiri selama 46 tahun, untuk pertama kalinya pemerintah desa setempat menggelar peringatan Milangkala Desa. Acara yang digelar penuh kehangatan ini disambut antusiasme luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Desa Margamulya menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir karena melihat desa-desa lain rutin merayakan milangkala, sehingga beliau bertekad Desa Margamulya pun mampu melaksanakannya.
"Selama 46 tahun baru kali ini kita adakan. Saya selalu lihat desa lain selalu ada milangkala, masa orang lain bisa kita tidak bisa? Alhamdulillah dengan dukungan dan antusiasme warga, acara ini berjalan lancar sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB," ungkap beliau.
Acara dimeriahkan dengan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari hiburan odong-odong untuk anak-anak, penampilan budaya, hingga senam dan baris-berbaris yang digelar ibu-ibu PKK.
"Masyarakat bebas membawa anak dan cucu untuk menikmati hiburan. Pagi ini juga diadakan tumpeng dari 13 RT, masing-masing RT menyajikan satu tumpeng. Pemerintah desa memberikan bantuan sebesar Rp500.000 per tumpeng sebagai bentuk dukungan," tambahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh empat dusun yang ada di Desa Margamulya. Puncak acara malam harinya akan diisi pagelaran seni budaya Wayang Golek yang dipimpin langsung oleh Dalang Dadan Sunandar Sunarya dari Bandung Giriharja III.
Dalam pesan dan harapan ke depan, Kepala Desa berharap tradisi ini terus berlanjut di masa mendatang.
"Harapan saya, siapapun yang kelak menjabat, semoga bisa melanjutkan kegiatan ini. Selama 46 tahun belum pernah ada, dan ini baru pertama kali saya inisiasi. Semoga bermanfaat bagi seluruh masyarakat Margamulya dan menjadi awal kebersamaan yang lebih erat," pungkasnya.
Acara berlangsung penuh sukacita, mempererat silaturahmi antarwarga, dan menjadi tonggak sejarah baru bagi Desa Margamulya.
Kabiro
Yanti
