KARAWANG.DIANPOS.ONLINE.| Kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik IPB University dan KKN Universitas Singaperbangsa Karawang 2026 sukses membangun 4 unit _Incinerator_: Tungku Pembakaran Minim Asap di Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.
Program ini dimulai sejak 20 Juli 2026 sebagai salah satu upaya nyata menghadapi permasalahan sampah di tingkat desa. Empat titik pembangunan diselesaikan secara bertahap. Titik pertama dibangun di SMP Nurul Ansor pada 25 Juli 2026. Titik kedua di Masjid Jami Al Barkah pada 26 Juli 2026. Titik ketiga dan keempat diselesaikan pada 27-28 Juli 2026 di Kantor Desa Kemiri dan RT 01 Dusun Sukajaya 1.
*Latar Belakang: Atasi Sampah Residu*
Sampah masih menjadi persoalan lingkungan utama di Desa Kemiri. Sampah residu yang tidak dapat didaur ulang selama ini sering dibakar secara terbuka, sehingga menimbulkan asap dan polutan yang mengganggu kesehatan dan lingkungan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim KKN memperkenalkan _incinerator_ sebagai teknologi sederhana berbasis pembakaran terkontrol. Tungku ini dirancang agar pembakaran lebih optimal, asap diminimalkan, dan tidak langsung menyebar ke area sekitar.
*Prinsip Kerja dan Manfaat*
Sampah dimasukkan ke ruang pembakaran dengan pengaturan udara yang dikendalikan agar proses pembakaran berlangsung sempurna. Asap kemudian dialirkan melalui cerobong khusus.
Dengan adanya incinerator, diharapkan dapat:
1. *Mengurangi volume sampah residu* yang menumpuk
2. *Meningkatkan pemahaman masyarakat* tentang pengelolaan sampah yang benar
3. *Mendorong penggunaan teknologi sederhana* untuk lingkungan
4. *Mengurangi praktik pembakaran sampah sembarangan*
*Dukungan Lintas Pihak*
Realisasi program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kontribusi dana dan material datang dari PT Honda Prospect Motor, TB Rukun Jaya, Perangkat Desa Kemiri, serta para donatur.
Sebagai tindak lanjut, sosialisasi praktik dan penggunaan incinerator dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 di lokasi incinerator Masjid Jami Al Barkah. Kegiatan ini melibatkan warga, pengurus masjid, sekolah, dan perangkat desa.
Program pembangunan incinerator ini menjadi program kerja utama tim KKNT IPB dan KKN Unsika 2026. Ke depan, diharapkan warga dapat mengelola dan merawat fasilitas ini secara mandiri sebagai langkah berkelanjutan dalam menjaga kebersihan Desa Kemiri Pembangunan berlangsung 25-28 Juli 2026 di 4 lokasi: SMP Nurul Ansor, Masjid Jami Al Barkah, Kantor Desa Kemiri, dan RT 01 Dusun Sukajaya 1.
Incinerator ini hadir sebagai solusi untuk sampah residu yang sulit didaur ulang. Dengan sistem pembakaran terkontrol, tungku ini mampu menekan asap dan polusi dibanding pembakaran terbuka.
Program ini didukung oleh PT Honda Prospect Motor, TB Rukun Jaya, Perangkat Desa, dan para donatur. Pada 6 Agustus 2026, tim juga mengadakan sosialisasi penggunaan incinerator di Masjid Jami Al Barkah agar masyarakat bisa langsung mempraktikkannya.
Melalui program ini, mahasiswa berharap Desa Kemiri bisa punya cara kelola sampah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Hj.Kawiroh Nasor
kaperwil Jabar
