Dian Fahrud Jaman, Wakil Ketua II DPRD Karawang, Serap Aspirasi Warga Terkait Tenaga Kerja, Limbah Pabrik, Pengairan dan Rutilahu

DIAN POS - Kabar Aktual

Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

Dian Fahrud Jaman, Wakil Ketua II DPRD Karawang, Serap Aspirasi Warga Terkait Tenaga Kerja, Limbah Pabrik, Pengairan dan Rutilahu

Rabu, 19 Agustus 2026, Agustus 19, 2026

 


Karawang, Dian Pos.Online.| Rabu,  (19/8/2026), Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman, M.IP, melaksanakan kegiatan Reses II di Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Rabu (19/8), yang berlangsung di Aula Desa Wanajaya tersebut jadi momentum bagi DPRD untuk serap secara langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat.


Kegiatan reses turut dihadiri Pemerintah Desa Wanajaya yang diwakili oleh Sekdes Hendar Rudiyanto, S.E beserta jajaran serta Babinsa Wanajaya, Camat beserta jajaran, serta warga. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara wakil rakyat, pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan di tingkat desa.


Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat disampaikan, di antaranya terkait kebutuhan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pengairan, kondisi sungai, hingga persoalan lingkungan yang diduga berkaitan dengan pencemaran lingkungan atas limbah pabrik yang minim kelola.


Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi air sungai Cibeet yang berada di sekitar wilayah Wanajaya, yang mengalir ke hilir, melintasi desa Wanakerta, Wanasari dan wilayah lain. Aliran sungai tersebut dimanfaatkan warga selain pengairan sawah juga untuk kebutuhan sehari-hari.


Menanggapi aspirasi tersebut, Dian Fahrud Jaman mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang untuk memastikan kondisi air melalui pemeriksaan dan uji laboratorium.


“Ini nanti perlu kita sampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup. Kita akan lihat dan cek langsung air sungainya, betul atau tidak terkontaminasi oleh limbah. Perlu dicek langsung dan uji lab,” ujar Dian.


Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk memastikan keamanan air yang masih dimanfaatkan masyarakat. Terlebih dalam penyampaian warga juga terdapat keluhan mengenai gangguan kesehatan seperti rasa gatal setelah menggunakan air tersebut.


“Nah, ini jangan sampai dikonsumsi oleh masyarakat karena bisa membahayakan. Ini akan kita tindaklanjuti secepatnya setelah Reses dan kita sampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup serta dinas terkait agar bisa segera dilakukan penanganan,” imbuhnya.


Pemdes Wanajaya Sambut Baik Kegiatan Reses. Sementara itu, Sekretaris Desa Wanajaya, Suhendar, yang mewakili Kepala Desa Wanajaya H. Emin Syaepudin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Reses II DPRD Kabupaten Karawang di wilayahnya.


Menurut Suhendar, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan serta persoalan yang dihadapi masyarakat kepada wakil rakyat.


“Pada prinsipnya kami dari Pemerintah Desa Wanajaya mewakili Bapak Kepala Desa H. Emin mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan reses ini. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, baik terkait pengairan, lingkungan, Rutilahu maupun kebutuhan pembangunan lainnya,” ujar Suhendar.


Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Karawang sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran.


“Kami berharap apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa ditampung dan ditindaklanjuti. Tentunya pemerintah desa juga akan terus berkoordinasi dengan kecamatan dan pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat,” katanya.


Serap Aspirasi Masyarakat


Selain persoalan lingkungan dan pengairan, Dian Fahrud Jaman juga menerima aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan Rutilahu, pengembangan kegiatan seni seperti sanggar tari, serta berbagai kebutuhan pembangunan lainnya.


Ia menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal DPRD, tetapi merupakan sarana untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat di daerah.


“Reses ini untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Ada yang mengusulkan Rutilahu, ada sanggar tari dan sebagainya. Yang paling penting adalah hubungan antara masyarakat dengan anggota dewan tetap terjalin dengan baik,” jelasnya.


Terkait realisasi aspirasi, Dian menjelaskan bahwa tidak seluruh usulan dapat langsung direalisasikan. Namun, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan diteruskan kepada pemerintah daerah maupun perangkat daerah terkait sesuai kewenangannya.


“Untuk realisasinya nanti kita sampaikan langsung ke dinas terkait dan pemerintah daerah. Aspirasi ini wajib untuk ditindaklanjuti. Kita sebagai anggota dewan lahir dari dukungan masyarakat, sehingga ketika datang ke masyarakat dan mendengar apa yang mereka keluhkan, tentu harus kita perjuangkan,” ungkapnya.


Kekeringan dan Pengairan Jadi Perhatian


Persoalan kekeringan dan pengairan juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan tersebut.


Dian menilai penanganan kekeringan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan air secara sementara. Pemerintah perlu melihat persoalan secara menyeluruh, termasuk kondisi jaringan irigasi dan ketersediaan sumber air.


“Jangan sampai penanganannya hanya memberikan bantuan air saja, tetapi harus diselesaikan akar masalahnya. Kalau sumber airnya ada, berarti saluran atau jaringan yang perlu diperbaiki harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Dian.


Ia juga mendorong adanya pengembangan jaringan pelayanan air bersih apabila dibutuhkan, sehingga keberadaan sumber air dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Sementara terkait normalisasi sungai Cibeet, Dian menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang miliki kewenangan agar persoalan pendangkalan dan kondisi saluran air dapat segera mendapatkan penanganan.



Dian berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dalam Reses II tersebut dapat menjadi bahan pembahasan dan tindak lanjut pemerintah, khususnya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, lingkungan, pengairan, serta pembangunan di wilayah desa.


Melalui kegiatan reses ini, komunikasi antara DPRD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga berbagai persoalan di tingkat bawah dapat segera disampaikan dan dicarikan solusi.


(Jun Biull)

TerPopuler