Karawang-Dianpos.Online.| Suasana haru menyelimuti Hj.Kawiroh Nasor Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Kamis 13 Agustus 2026. Hari ini menjadi hari terakhir pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - KKN IPB University Bogor setelah 40 hari bertugas di desa tersebut.
Mereka berpamitan untuk kembali ke kampus Bogor besok pagi, Jumat 14 Agustus 2026.
Kabar perpisahan itu justru datang mendadak. Hal inilah yang membuat Hj. Kawiroh Nasor, Ketua Aliansi Wartawan Indonesia - AWI DPC Kabupaten Karawang merasa kaget dan campur aduk.
Kawiroh mengaku baru menerima pesan WhatsApp siang tadi dari salah satu mahasiswi KKN yang mengabarkan bahwa masa tugas mereka telah usai.
"Saya kaget, bingung, menyesal juga. Dapat WA-nya sudah siang, besok pagi mereka sudah mau pulang. Tanpa persiapan apa-apa untuk menjamu mereka," ujar Hj. Kawiroh Nasor saat dihubungi, Kamis siang.
Bagi Kawiroh, kehadiran adik-adik mahasiswa KKN IPB di Desa Kemiri bukan sekadar kegiatan pengabdian, tapi menjadi pengobat rindu.
Ia bercerita, ada salah satu anaknya yang awalnya ingin melanjutkan kuliah, namun tiba-tiba memutuskan untuk menikah. Kerinduan akan suasana memiliki anak yang sedang kuliah itu sedikit terobati dengan hadirnya mahasiswa KKN.
Begitu dengar mau pulang mendadak, hati ini rasanya kosong lagi," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Bahkan saat ngasih pesan terakhir pada adek - adek Kawiroh tidak bisa nahan tangisnya
Selama 40 hari penempatan di Desa Kemiri, mahasiswa KKN IPB Bogor diketahui aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendampingan petani, hingga edukasi lingkungan.
Kawiroh berharap, meski KKN telah usai, silaturahmi antara warga Desa Kemiri dan adik-adik mahasiswa IPB tetap terjaga.
"Semoga mereka jadi anak-anak yang sukses, ilmunya bermanfaat. Pintu rumah ibu di Kemiri selalu terbuka untuk kalian," tutupnya.
Tim
Ali Imron k/Sahroni.
