Para Kyai Kampung dan Jamaah Pecinta NU Datangi Kantor KPK RI Untuk Kedua Kalinya, Desak Tangkap Nusron Wahid

DIAN POS - Kabar Aktual

Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

Para Kyai Kampung dan Jamaah Pecinta NU Datangi Kantor KPK RI Untuk Kedua Kalinya, Desak Tangkap Nusron Wahid

Sabtu, 24 Oktober 2026, Oktober 24, 2026

 


Jakarta. Dianpos. Online.| Para kyai kampung dan para jamaah pecinta NU dengan memakai kaos bertuliskan KPK NU, sebanyak 5 bis, mendatangi kantor KPK RI di Jakarta. Pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2026, di depan halaman gedung KPK RI, para kyai tersebut yang dipimpin langsung oleh Kyai Solihin sebagai koordinator dari Indramayu mengadakan orasi yang disampaikan pada KPK. Jika kedatangan kami yang kedua ini tidak direspon oleh pihak KPK, maka para kyai kampung mengancam akan membawa lebih banyak lagi masa ke gedung KPK.


"Kami datang minta usut tuntas Nusron Purwanto (Nusron Wahid). Di dalam NU tidak mau ada bangkai. Hasil korupsi dibagi-bagi kepada orang NU supaya NU ini pecah belah. Kami tidak mau bangkai ada di tubuh NU. Jangan kotori NU. Dalam waktu yang singkat cepat tangkap Nusron Wahid bersama Gus Ipul yang sekarang menjabat sebagai menteri," jelas salah satu kyai kampung.


Tak kalah serunya ketika yel-yel yang dikomandani oleh salah satu kyai yang biasa disapa dengan sapaan akrabnya Kang Uyan dari Karawang. Yang nama aslinya Ruhiyat. Kang Uyan sebagai Ketua JNU (Jamaah Nahdlatul Ulama) Karawang. Dalam orasinya, "Tangkap... Tangkap.... Tangkap Nusron Wahid. Tangkap Nusron Wahid sekarang juga," kata Kang Uyan. Lalu ditiru oleh para jamaah.


Dalam aksi demo damai ini para kyai kampung meminta dan mendesak agar KPK secepatnya menangkap Nusron Wahid, Gus Ipul, juga yang lainnya. Yang sudah melakukan perbuatan kotor atau perbuatan suap kepada orang yang memilih waktu Muktamar yang ke-35 di Jawa Timur pada bulan Agustus tahun 2026. Setelah orasi aksi damai selesai, para kyai kampung dan para jamaah pecinta NU yang diikuti lebih dari 300 jamaah NU, perwakilan dari Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Karawang, memadati halaman kantor KPK RI di Jakarta.


Istighosah dilakukan minta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agar Allah memberi jawaban lewat KPK. Agar petugas KPK tidak takut dan tidak pandang bulu dalam menegakkan keadilan. Para kyai kampung yang tergabung di dalam unjuk rasa tersebut yakin, bahwa KPK pasti akan mendengar. Istighosah dilaksanakan dengan khusyu, dan dijaga ketat oleh pengamanan dari POLRI.


Setelah Istighosah selesai, ada kabar bahwa para kyai diterima untuk menghadap petugas KPK RI untuk yang kedua kalinya. Ada 7 orang perwakilan para kyai kampung, dan satu orang wartawati dari Karawang diikutsertakan menghadap KPK yaitu: Hj. Kawiroh Nasor dari media Dianpos Online yang juga menjabat sebagai Ketua DPC AWI (Aliansi Wartawan Indonesia) Kabupaten Karawang sekaligus jamaah JNU.


Koordinator menyampaikan pada petugas KPK sambil menyerahkan berkas untuk memperkuat kasus Nusron Wahid dan Gus Ipul serta kroni-kroninya. Dalam penyampaiannya koordinator yang disampaikan kepada petugas KPK bahwa, "Penegakan secara tegas, Nusron Wahid kader NU, tidak kooperatif sudah mempermainkan, telah mengotori NU. Simbol KPK NU sebagai simbol perlawanan moral, sekaligus mendukung KPK RI, untuk segera menuntaskan kasus Nusron Wahid dan kroni-kroninya yang mengotori marwah NU di Muktamar NU Jombang pada bulan Agustus 2026 kemarin."


"Kami datang pertama untuk memberikan dukungan, petunjuk dan sekarang yang kedua kalinya untuk memperkuat. Saya minta 1x24 jam Nusron Wahid harus sudah ditahan. Karena Nusron sudah mendzolimi hati kyai-kyai sepuh, kyai-kyai yang mempunyai otoritas NU disuap, dan suap itu hasil dari Korupsi. Saya minta KPK segera tuntaskan," jelasnya sambil menyerahkan berkas bukti-bukti Nusron Wahid melakukan suap.


Ditambahkan Kang Uyan menyampaikan pada petugas KPK RI agar tidak ragu menangani kasus Nusron Wahid dkk, "Jangan Ragu KPK," tegas Kang Uyan.


Salah satu perwakilan petugas KPK RI menerima dan menyambut baik serta mendengarkan apa yang menjadi keluhan para kyai serta menjelaskan apa yang sedang dilakukan terhadap Nusron Wahid. Petugas KPK tersebut juga menawarkan pada para kyai kampung, apabila ingin tahu sejauh mana progres terhadap Nusron Wahid di KPK, mempersilahkan barangkali ada perwakilan.


"Sebelumnya partisipasi yang sudah disampaikan, saya mengucapkan terima kasih yang sudah disampaikan. Kali ini yang kedua ya bapak. Sebelumnya memang buktinya sudah saya sampaikan bapak ya, untuk terkait atas nama Bapak Nusron sedang diproses ya bapak. Apabila ingin ada perwakilan yang ingin tahu perkembangan progresnya apakah ada perwakilan?" petugas KPK menawarkan.


"Sudah cukup," jawab koordinator dengan tegas.


Adapun 3 tuntutan para kyai kampung:

1. Tangkap Nusron Wahid, Gus Ipul dkk.

2. Adili mereka.

3. Bersihkan nama baik Warga Nahdlatul Ulama(NU).

 

Hj. Kawiroh Nasor 

  Kaperwil Jabar

TerPopuler