Klarifikasi Pembatalan Rutilahu Sanusi di Desa Kemiri Jayakerta, Kuasa Pengaju: Ditolak Sekeluarga dan Ditandatangani di Atas Materai

DIAN POS - Kabar Aktual

Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

Klarifikasi Pembatalan Rutilahu Sanusi di Desa Kemiri Jayakerta, Kuasa Pengaju: Ditolak Sekeluarga dan Ditandatangani di Atas Materai

Minggu, 27 September 2026, September 27, 2026

 


Karawang. Dianpos.Online.| Beredarnya kabar terkait gagalnya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atas nama Sanusi yang akrab dipanggil Uci, warga Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, akhirnya mendapat klarifikasi.


Kawiroh, yang notabene Wakil Ketua AWI DPD Provinsi Jawa Barat, selaku pihak yang mengajukan Rutilahu Sanusi sejak awal, menegaskan bahwa pembatalan tersebut murni atas permintaan keluarga Sanusi sendiri.


Bukan hanya anaknya, Rodiah, yang menolak, namun Sanusi beserta istri dan anaknya kompak menolak untuk melanjutkan Rutilahu yang diajukan oleh Kawiroh.


Keluarga Sanusi bersikeras bahwa rumahnya disurvey oleh Dinas PRKP Kabupaten Karawang adalah hasil pengajuan Sekdes Gunawan yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calkades.


"Sore pak Sekdes datang ke sini, bilang kalau Rutilahu rumah ini hasil pengajuan saya (Gunawan). Karena saya merasa prihatin dan kasihan. Pak Sanusi warga saya. Maka saya ajukan untuk mendapatkan Rutilahu," terang Rodiah menirukan ucapan Gunawan, yang diamini oleh Sanusi dan istrinya.


Mendengar hal tersebut, Kawiroh kemudian menghubungi Gunawan melalui sambungan WhatsApp dan di-loudspeaker di depan rumah Sanusi, disaksikan Ketua RW, Suhernah, dan Ani Rohani.


Sekdes pun menjawab, "Ya Rutilahu itu yang ngajuin Desa ya ngajuin, mba Kawiroh ya ngajuin, Mang Abas ya ngajuin. Alhamdulillah semua ngajuin, dan sekarang sudah disurvey ya Alhamdulillah," jawab Sekdes saat masih menjabat.


Rodiah kemudian bertanya, "Terus ini gimana pak, kalau saya tanda tangan pembatalan Rutilahu yang diajukan oleh mba Kawiroh. Kalau tidak dilanjut apakah tidak ada masalah atau gimana?"


Jawaban Sekdes, "Ya sudah itu mah terserah kembali lagi kepada pak Sanusi."


Setelah itu, berkas pernyataan pembatalan Rutilahu diserahkan kepada keluarga Sanusi dan ditandatangani di atas materai.


Rekan Kawiroh, Ani Rohani, sempat mengingatkan, "Mending minta maaf sama mba Kawiroh. Terus Rutilahu dilanjut. Sayang kalau dibatalkan, sebentar lagi mau dibangun. Kalau sudah dibatalkan, belum tentu diajukan lagi diterima."


Ketua RW 06 pun sempat bertanya, "Bu kalau surat pembatalan sudah ditandatangani oleh Sanusi, apakah bisa diajukan lagi?"


Kawiroh menjawab, "Ya ga tahu pak. Yang jelas karena pak Sanusi sudah menolak, berarti Dinas juga kalau Sanusi diajukan lagi ya ditolak."


Suhernah pun ikut bersuara, "Mending jangan dibatalkan. Dilanjutkan saja. Mba Kawiroh sudah berjuang capek-capek, giliran sudah disurvey dibatalkan. Padahal tinggal nunggu dibangun," pungkasnya.


Namun setelah surat pernyataan pembatalan diserahkan ke Dinas PRKP Kabupaten Karawang, Kawiroh justru mendapat telepon dari Abas.


"Mba kenapa Sanusi Rutilahu dibatalkan. Sanusi kan orang miskin. Kasihan mba gimana sih?" tanya Abas.


Dua hari kemudian, pada hari sabtu tanggal 26 September 2026,Kawiroh didatangi oleh salah satu rekan wartawan, berinisial (SF) di kantor sekretariat AWI DPC kabupaten karawang,  menanyakan soal Rutilahu yang dibatalkan oleh Kawiroh, sehingga menyebabkan gagalnya pembangunan rumah Sanusi,

 setelah dapat keterangan dari Gunawan calkades kemiri. 


Kawiroh menjelaskan kepada rekan tersebut, semua kronologinya dari awal, dari pertama mendaftarkan Rutilahu Sanusi, proses sampai hampir 3 tahun lebih. Berbagai cara dan mengeluarkan biaya tidak sedikit, lebih dari Rp 3 jutaan untuk pulang-pergi ke Dinas dan minta tolong ke Dewan dari Fraksi PKB. Tanpa lelah Kawiroh jalankan, demi berhasilnya Rutilahu bisa di-ACC.


Namun di saat bangga hasil perjuangannya mau berhasil dan tinggal menunggu dibangun, malah mendapat perlakuan yang tidak baik dari keluarga Sanusi, bahkan kata-kata yang paling pedas dari anak dan istrinya. Sekarang kesalahan seolah-olah dilimpahkan kepada Kawiroh.


Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga Sanusi dan mantan Sekdes Gunawan belum memberikan keterangan resmi.


Red

TerPopuler