Saat Warga Dalam Keadaan Sakit Butuh Tanda Tangan, Ketua RT 024 Desa Kemiri Bernama Novel Diduga Tak Responsif, Ketua PSM Desa Kemiri Dadan Sigap Turun Tangan

DIAN POS - Kabar Aktual

Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

Saat Warga Dalam Keadaan Sakit Butuh Tanda Tangan, Ketua RT 024 Desa Kemiri Bernama Novel Diduga Tak Responsif, Ketua PSM Desa Kemiri Dadan Sigap Turun Tangan

Selasa, 27 Oktober 2026, Oktober 27, 2026

 


Karawang. Dianpos.Online.| Seorang warga Dusun Karajan RT 024/RW 005 Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang telah menetap hampir 20 tahun di Desa Kemiri, memiliki KTP dan Kartu Keluarga Desa Kemiri, serta dikenal aktif di kegiatan pengajian dan sosial kemasyarakatan, mengeluhkan pelayanan Ketua RT 024 bernama Novel yang dinilai kurang responsif saat warganya membutuhkan tanda tangan untuk pengajuan bantuan sosial.


Warga tersebut kerap membantu warga lain mencarikan donatur untuk anak yatim, dhuafa, jompo, hingga membantu pengurusan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan warga yang tersangkut masalah hukum dengan biaya pribadi.

Namun sejak Kamis, 22 Oktober 2026, warga tersebut terbaring sakit di rumah kontrakannya tanpa sanak keluarga. Sudah 6 hari tanpa berobat ke dokter maupun Puskesmas.


Di tengah kondisi sakit, ada pengumuman perbaikan data Desil 6-10 untuk pendaftaran Bansos melalui desa atau link online. Karena link Bansos tidak bisa diakses, ia berinisiatif membuat surat manual yang wajib diketahui Ketua RT 024 Novel.


Karena tidak menyimpan nomor Ketua RT Novel, ia menghubungi nomor WhatsApp istri Ketua RT. Namun pesan tersebut hanya dibaca tanpa balasan.


Redaksi memiliki bukti tangkapan layar percakapan tersebut. Pada bukti pertama, pesan warga yang berbunyi "Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. Tolong isi nama RT. Trus kirim balik ke saya. Mau saya print out" terlihat jelas telah dibaca dengan tanda centang biru dua, namun tidak dibalas.


Warga tersebut kemudian mengirim pesan kedua dengan sopan, "Atau kasih tahu nama pak RT siapa, Saya tulis sendiri" dan "Kenapa pak RT dan bu RT di WA tidak balas? Apa saya harus datang ke rumah pak RT? Jangan lewat WA apa bagaimana?" Pesan tersebut juga telah dibaca namun tak kunjung mendapat respon, padahal nomor tersebut aktif membuat status dan melihat status warga.


Tidak menyerah, warga tersebut kemudian mengirimkan format lengkap surat pengusulan DTKS untuk warga lansia yang berstatus ngontrak, memiliki cicilan di FIF karena musibah kecelakaan lalu lintas, penghasilan tidak menentu dan sangat membutuhkan bantuan pemerintah.


Namun pesan terakhir tersebut terpantau belum dibaca atau sengaja tidak dibaca. Bahkan status WhatsApp  milik  bu RT 024 terpantau dihapus.


"Saya membatalkan soal Rutilahu ke Kadin langsung lewat WA saja direspon bahkan langsung ditelepon oleh Kadin. Masa RT di-WA tidak mau balas, apa tidak merasa dihargai, terus apa gunanya nomor WA tersebut?" ujarnya kecewa, Selasa (27/10/2026).


Ia juga mengungkapkan, saat ada tim Statistik Kependudukan yang mendata warga, seharusnya didampingi RT, namun RT Novel tidak terlihat. Petugas statistik bahkan mengeluh kepadanya, "Aturan saya didampingi Pak RT, tapi sudah 3 hari ini Pak RT tidak pernah ikut."


Berbeda dengan Ketua RT 024 Novel, Ketua PSM Desa Kemiri, Dadan, justru menunjukkan respon cepat dan sigap. Atas saran warga lain, ia langsung menghubungi Ketua PSM Desa Kemiri, Dadan.


"Pagi dihubungi, sekitar setengah jam langsung datang ke rumah, sekalian menjenguk saya yang sudah 6 hari sakit tanpa berobat," tuturnya.


Ketua PSM Desa Kemiri, Dadan, saat dikonfirmasi membenarkan, "Sebenarnya memang pengajuan bantuan ini dilaporkan oleh RT, karena tugas RT terhadap warganya yang kurang mampu. Namun di-WA saja oleh warganya dibaca tidak mau balas, maka saya dapat laporan langsung datang ke lokasi untuk ngecek, dan saya ajukan ke atas. Perkara diterima atau tidak nanti setelah pengajuan. Tidak langsung dapat bulan depan, bisa 3 atau 6 bulan, bisa 1 tahun baru di-ACC oleh pemerintah."


Warga tersebut menegaskan, "Kalau tidak siap jadi RT ya jangan jadi RT. RT adalah Rukun Tetangga, bukan hanya pakaian seragam yang dipakai. Kalau jadi RT merasa terganggu dengan warganya, jangan mau jadi RT. Kasihan warga yang tidak tahu apa-apa bagaimana? Untung kejadian ini terjadi pada saya yang tahu jalurnya."


Ia juga berpesan, "Pesan untuk Kepala Desa Kemiri yang sedang calon, jika nanti ada yang terpilih merekrut RT yang benar-benar bisa bekerja secara ikhlas, mau menjalankan tugas dan kewajiban serta siap melayani masyarakat dalam keadaan apapun. Jangan membeda-bedakan warganya yang pribumi maupun pendatang. Selama warga tersebut mempunyai dokumen asli Desa Kemiri," ujar warga tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, Ketua RT 024/RW 005 Desa Kemiri, Novel, belum berhasil dikonfirmasi. Redaksi membuka ruang hak jawab.


Hj.Kawiroh NASOR

 KAPERWIL JABAR

TerPopuler