RS Bayukarta Karawang Dinilai Utamakan Administrasi, Keselamatan Pasien Dikesampingkan, Dokter Jaga UGD Tantang Media, AKPERSI Karawang Layangkan Teguran Keras
Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

RS Bayukarta Karawang Dinilai Utamakan Administrasi, Keselamatan Pasien Dikesampingkan, Dokter Jaga UGD Tantang Media, AKPERSI Karawang Layangkan Teguran Keras

Sabtu, 24 Januari 2026, Januari 24, 2026
AKPERSI VS RS BAYUKARTA


KARAWANG – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bayukarta Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan tajam publik. Rumah sakit yang seharusnya menjadi garda terdepan penyelamatan nyawa justru diduga lebih mengutamakan administrasi dibanding kesehatan dan keselamatan pasien.


Peristiwa tersebut terjadi saat awak media bersama keluarga pasien membawa seorang pasien ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) RS Bayukarta. Pasien diketahui telah terbaring selama tiga hari dalam kondisi tidak dapat melakukan aktivitas apa pun, sebuah kondisi yang secara logika medis dan kemanusiaan sudah masuk kategori darurat (urgent).


Namun, alih-alih langsung mendapatkan penanganan medis, pihak RS Bayukarta justru mempersulit proses pelayanan. Pasien diarahkan untuk pergi ke klinik terlebih dahulu, sebuah langkah yang dinilai tidak manusiawi dan bertentangan dengan fungsi dasar UGD sebagai unit penanganan gawat darurat.


Ketegangan terjadi ketika pihak keluarga dan awak media mempertanyakan apakah RS Bayukarta lebih mementingkan administrasi daripada keselamatan pasien. Dokter jaga UGD justru menyampaikan bahwa pasien “tidak kenapa-kenapa”, pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan kondisi nyata pasien yang telah terbaring lemah selama tiga hari.


Situasi semakin memanas ketika awak media meminta agar pasien ditangani terlebih dahulu demi keselamatan nyawa. Namun respons yang diterima justru tidak mencerminkan sikap profesional seorang tenaga medis. Dokter jaga UGD menyuruh pasien untuk pergi ke klinik dengan nada tinggi dan tanpa empati.


Lebih memprihatinkan lagi, saat awak media menjalankan fungsi kontrol sosial, justru mendapat tantangan secara verbal. Sikap tersebut terkesan meremehkan peran media dan menunjukkan arogansi, seolah tidak peduli terhadap kritik publik dan pengawasan masyarakat.


Peristiwa ini memicu kecaman luas dan menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat:

Masihkah RS Bayukarta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, ataukah telah menjadikan administrasi sebagai alasan untuk mengabaikan nyawa pasien?


TEGURAN KERAS AKPERSI KABUPATEN KARAWANG


Menanggapi kejadian tersebut, Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang secara resmi melayangkan teguran keras kepada manajemen RS Bayukarta Karawang.


Ketua AKPERSI Kabupaten Karawang menegaskan bahwa sikap dan tindakan dokter jaga UGD tersebut merupakan bentuk kelalaian serius, tidak beretika, dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan.


> “AKPERSI Kabupaten Karawang memberikan teguran keras kepada RS Bayukarta. Pasien dalam kondisi darurat tidak boleh dipersulit dengan alasan apa pun. Mengutamakan administrasi di atas keselamatan nyawa adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.


AKPERSI juga menilai sikap menantang media sebagai bentuk arogansi dan anti-kritik, yang tidak pantas ditunjukkan oleh institusi pelayanan publik.


> “Media menjalankan fungsi kontrol sosial. Jika justru ditantang dan diremehkan, itu menunjukkan lemahnya etika dan profesionalisme. Rumah sakit bukan institusi yang kebal dari pengawasan publik,” lanjutnya.


Atas kejadian ini, AKPERSI Kabupaten Karawang secara tegas meminta Direktur Utama RS Bayukarta Karawang untuk:


Memberikan tindakan tegas dan sanksi nyata kepada dokter jaga UGD yang bersangkutan.


Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan UGD, agar tidak ada lagi penundaan penanganan pasien darurat.


Menjamin bahwa pelayanan kesehatan di RS Bayukarta berpihak pada keselamatan dan nyawa pasien, bukan sekadar urusan administrasi.



AKPERSI menegaskan bahwa teguran keras ini merupakan peringatan serius. Jika kejadian serupa kembali terulang, pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum dan mekanisme pengaduan resmi.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RS Bayukarta Karawang belum memberikan pernyataan resmi. Publik kini menunggu sikap tegas Direktur RS Bayukarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang demi memastikan pelayanan kesehatan yang manusiawi dan berkeadilan bagi masyarakat.



Red

TerPopuler