AKPERSI DPC Karawang Prihatin, Warga Mulyasari Resah Dampak Proyek Industri
Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

AKPERSI DPC Karawang Prihatin, Warga Mulyasari Resah Dampak Proyek Industri

Senin, 29 Desember 2025, Desember 29, 2025

  


KARAWANG.DIANPOS.ONLINE.|  Asosiasi Perangkat Desa (AKPERSI) DPC Karawang menyatakan keprihatinan terhadap kondisi warga Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, yang resah akan dampak dari beberapa proyek industri yang direncanakan dan sedang dibangun di wilayahnya. Kekhawatiran warga meliputi gangguan lingkungan, hilangnya sumber mata pencaharian, dan potensi kerusakan ekosistem lokal.

 

Menurut informasi yang diperoleh, salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pabrik kertas industri milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dengan investasi mencapai Rp 57 triliun, yang akan dibangun di sebelah kawasan industri Surya Cipta, Karawang. Selain itu, ada juga rencana pembangunan kawasan industri baru seluas 1025 hektar di Desa Mulya Sejati, Kecamatan Ciampel, yang akan menggunakan lahan hutan milik Perhutani. Meskipun kedua proyek tersebut berada di lokasi yang sedikit berbeda, warga Mulyasari khawatir dampaknya akan menjangkau desa mereka.

 

Ketua AKPERSI DPC Karawang, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga Mulyasari mengenai kekhawatiran mereka. "Kami sangat prihatin mendengar bahwa warga Mulyasari merasa resah akan proyek industri di sekitarnya. Sebagai perangkat desa, kami berkewajiban melindungi kepentingan masyarakat dan memastikan bahwa pembangunan berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.

 

Warga Mulyasari, sebagian besar yang bekerja sebagai petani dan nelayan, mengungkapkan bahwa mereka khawatir akan hilangnya lahan pertanian dan kerusakan sungai Walahar yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. "Sungai Walahar adalah ladang rezeki kami. Jika airnya tercemar karena limbah pabrik, maka ikan akan hilang dan kita tidak punya apa-apa lagi," kata Ningsih, seorang warga dusun Kaum, Desa Mulyasari.

 

Selain itu, warga juga khawatir akan peningkatan polusi udara dan kebisingan yang akan ditimbulkan oleh proyek industri tersebut, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup mereka. Mereka berharap bahwa pihak pemerintah dan perusahaan yang membangun proyek tersebut dapat melakukan penilaian lingkungan yang komprehensif dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan dampak negatif.

 

Menanggapi kekhawatiran warga, Kepala Desa Mulyasari, Slamet, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik. "Kami akan terus berkomunikasi dengan warga, pemerintah kecamatan, dan perusahaan untuk memastikan bahwa kepentingan semua pihak terjaga. Kami juga akan meminta agar perusahaan melakukan CSR yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

 

AKPERSI DPC Karawang juga menyatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan proyek industri di sekitar Desa Mulyasari dan memberikan dukungan kepada warga untuk melindungi hak dan kepentingan mereka. Mereka berharap bahwa pembangunan proyek industri tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas tanpa mengorbankan lingkungan dan sumber daya alam lokal.

 

 Red

TerPopuler