INDRAMAYU JAWABARAT DIANPOS. ONLINE. |Kamis 15-10-2026 Sikap tak terpuji dan penuh tanda tanya diperlihatkan oleh pihak Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Golek Madu yang berlokasi di Kabupaten Indramayu. Lembaga pendidikan non-formal yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan informasi publik justru menunjukkan gestur defensif saat disambangi oleh awak media.
Peristiwa bernada janggal ini bermula ketika rombongan wartawan mendatangi lokasi PKBM Golek Madu untuk melakukan konfirmasi terkait tata kelola dan aktivitas kegiatan belajar di lembaga tersebut.
Sempat Dikira Pejabat Dirjen, Sambutan Langsung Dingin Saat Dengar "Media"
Awal kedatangan rekan-rekan media sebenarnya sempat diwarnai respons positif. Oknum yang diduga kuat merupakan pimpinan PKBM tersebut, Apurudin, S.Pd., awalnya menyambut kedatangan tamu dengan penuh antusias. Konon, ia mengira kedatangan rombongan tersebut merupakan perwakilan atau pejabat dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Pendidikan.
Namun, suasana hangat itu mendadak menguap dan berubah drastis dalam hitungan detik. Tepat setelah awak media memperkenalkan diri secara resmi dan menyampaikan maksud kedatangan untuk konfirmasi jurnalistik, raut wajah dan sikap Apurudin langsung berubah total dingin, acuh, dan defensif.
Menolak Mengaku Kepala Sekolah, Padahal Terdata Resmi di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
Kejanggalan semakin menjadi-jadi ketika awak media menanyakan kejelasan struktur kepemimpinan di PKBM Golek Madu. Secara mengejutkan, Apurudin justru mendadak "amnesia" dan tidak mengakui dirinya sebagai Kepala PKBM. Ia terkesan mengelak dan berusaha melempar tanggung jawab kepada orang lain yang ada di lokasi.
Sikap buang badan ini tentu bertolak belakang dengan data resmi pemerintah. Berdasarkan penelusuran pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbudristek, nama Apurudin, S.Pd. masih tercatat secara sah dan resmi sebagai Kepala/Pengelola di PKBM Golek Madu Indramayu.
Tindakan menutupi identitas dan melemparkan wewenang ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan besar di tengah masyarakat Ada apa dengan PKBM Golek Madu? Apa yang sebenarnya sedang disembunyikan hingga seorang kepala lembaga terkesan ketakutan saat bertemu wartawan?
Menantang Pers "Silakan Beritakan, Kami Tidak Masalah!"
Bukannya memberikan klarifikasi yang menyejukkan atau menunjukkan etika pelayanan publik yang baik, Apurudin justru mengeluarkan pernyataan dengan nada acuh dan terkesan menantang kerja jurnalistik.
"Silakan kalau mau diberitakan juga, kami enggak masalah!" cetus Apurudin dengan nada meremehkan saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi.
Pernyataan arogan tersebut dinilai sangat tidak mencerminkan sosok pendidik maupun pengelola lembaga pendidikan yang dibiayai atau diverifikasi oleh negara. Sebagai lembaga pendidikan yang mengelola program kesetaraan (Paket A, B, dan C) serta berpotensi menerima dana bantuan pemerintah (BOP), PKBM Golek Madu seharusnya wajib terbuka terhadap fungsi kontrol sosial masyarakat dan insan pers.
Menunggu Tindakan Tegas Dinas Pendidikan dan Aparat Penegak Hukum
Sikap tertutup, tidak kooperatif, serta manipulasi informasi jabatan yang ditunjukkan oleh oknum pengelola PKBM Golek Madu ini menjadi catatan merah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu.
Masyarakat dan insan pers kini mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pemantauan, evaluasi, hingga audit menyeluruh terhadap PKBM Golek Madu. Langkah tegas ini penting guna memastikan apakah ada indikasi ketidaksesuaian data Dapodik, keabsahan kegiatan belajar mengajar, hingga dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran bantuan di lembaga tersebut.(Red)
