Diduga Ada Praktik Money Politik dalam Kemenangan Kades Tanjungmekar Helen Aini Syifa

DIAN POS - Kabar Aktual

Selamat Berkunjung Dilaman - DIAN POS - Kabar Aktual

Diduga Ada Praktik Money Politik dalam Kemenangan Kades Tanjungmekar Helen Aini Syifa

Kamis, 19 Maret 2026, Maret 19, 2026

 

DESA TANJUNG MEKAR 

Karawang.Dianpos.Online.|– Kemenangan Helen Aini Syifa sebagai Kepala Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang dalam Pilkades Digital Serentak pada 28 Desember 2025 kini diselimuti dugaan praktik money politik. Menurut informasi yang beredar, diduga tim sukses Helen memberikan uang sebesar Rp500 ribu per orang demi mendapatkan suara dari warga.

 

Helen Aini Syifa resmi terpilih sebagai Kades Tanjungmekar dengan raihan 980 suara dan kemudian dilantik oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, pada Senin (16/3/2026) di Aula Husni Hamid Karawang. Ia kemudian melaksanakan serah terima jabatan pada Selasa (17/3/2026) di Aula Kantor Desa Tanjungmekar, yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Pakisjaya, unsur Forkopimcam, dan tokoh masyarakat.

 

Namun, dugaan money politik yang muncul kini menjadi sorotan. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang maupun dari Helen Aini Syifa sendiri terkait dugaan tersebut. Pihak kepolisian dan panitia penyelenggara Pilkades belum memberikan pernyataan apapun mengenai hal ini.

 

Pilkades Digital yang digelar di sembilan desa di Karawang, termasuk Tanjungmekar, sebelumnya diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan meminimalisir potensi kecurangan dalam proses pemilihan. Namun, dugaan praktik money politik ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem tersebut dalam mencegah praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi.

 

Sampai saat ini, belum ada tindakan lanjut yang dilakukan oleh pihak berwenang untuk menyelidiki dugaan tersebut. Masyarakat berharap agar pihak yang berkompeten dapat segera melakukan penyelidikan dan memberikan kejelasan mengenai hal ini agar proses demokrasi di tingkat desa tetap berjalan dengan jujur dan adil.

 

Harapan kami selaku warga meminta pihak PH dan Bupati memanggil kepala desa tersebut untuk keadilan karena warga merasa kecewa."pungka salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya



Red

TerPopuler