Karawang.Dianpos.Online.| Jumat,(19/6/2026),Spot main baru dadakan terjadi tanpa dikonsep dan nggak dinyana. Sebuah saluran irigasi sekunder yang lurus, airnya jernih, sebagian dangkal dinaungi rimbun pepohonan di kanan kiri bikin mata meler merem melek lantaran sepoi angin dari arah sawah di sebelahnya dan hawa yang dibawa arus air.
Warga setempat juga tetangga kampung terutama anak-anak dan ABG, bahkan orang tua laki-perempuan pada ikut berenang, ada juga yang memakai ban pelampung — sengaja disewakan oleh 'akamsi', penduduk setempat yang mengelola secara kelompok dengan menejemen ala kadarnya. Ada yang loncat dari pinggiran sungai, ada yang cuma nongkrong sambil menikmati makanan lokal, duduk bale bambu warung atawa duduk meleseh di atas rumput sambil menikmati seblak pedas, bakso kampung dan sebangsa kuliner lokal lainnya. Vibes-nya adem. Motor pengunjung diparkir di sepanjang tepian sungai sebagian di bidang yang sedikit lapang, dijaga anak-anak muda, walau acak tapi nampak berusaha rapih.
Kenapa jadi tempat main favorit warga kelas ekonomi? Asli, ini gratis. Nggak ada tiket masuk, nggak kayak kolam renang dengan tarif Rp.15 ribu – Rp.25 ribu per orang. Air mengalir tak henti lantaran saluran irigasi aktif, airnya nggak mengendap, jadi relatif lebih bersih. Akses gampang, terletak di pinggir jalan menuju bendungan, bisa bawa motor langsung parkir. Jadi tempat kumpul sore, ngabuburit, mengisi waktu liburan sekolah atawa sekedar menikmati kopi tubruk saset ala warung. "Kalau jalannya dicor dan ada lahan parkir mungkin bisa lebih ramai lagi pengunjungnya," kata Ijul, salah seorang pemuda setempat yang menjaga parkiran motor saat diajak kongkow oleh Dianpos, Jumat (19/6/2026). Dan, "Ini bisa menambah income untuk warga setempat, khususnya anak-anak muda yang nggak dapat kesempatan bekerja formal, asal dikelola dengan benar," kata Cantika relawan P3K Karawang Bagian Bidang Sosial.
Yap! Lokasinya ada di kampung Leuweung Seureuh yang berarti "hutan sirih" dalam bahasa Sunda. Dulu mungkin area perkebunan, sekarang kanal irigasinya terpakai buat rekreasi dadakan, tentu, fungsi utamanya untuk pengairan sawah warga.
Kedalaman saluran irigasi sering punya arus bawah kencang apalagi dekat pintu air. Kedalaman nggak rata, ada yang dangkal ada juga area sebatas dada pria dewasa normal, ada juga kedalaman mencapai kira-kira 2 meter. Jangan asal nyebur kalau nggak bisa renang. Jadi berhati-hatilah jika mau berenang lantaran space ini bukan tempat wisata resmi, tentu saja nggak ada penjaga, pelampung, atau P3K. Dan risiko tanggung sendiri.
Bendungan Leuweung Seureuh berlokasi di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Bendungan ini mulai beroperasi pada 30 November 1925 bersamaan dengan Bendungan Walahar Klari Karawang. Ini contoh keren bagimana fasilitas irigasi bisa punya berfungsi sosial buat warga selain Bendung Walahar yang tak kalah ramai tiap sore sampai malam hari.
Hanya saja, jika 'waterpark' saluran irigasi sekunder Leuweung Seureuh ini dikelola oleh warga dengan baik dan akses jalan masuk memadai, semisal dengan coran semen, mungkin bakal lebih menarik sebagai aset wisata rakyat yang bisa menambah pendapatan warga disela ketatnya lowongan pekerjaan di kawasan industri dan bidang usaha lain yang butuh modal nggak sedikit.
(Jun)
